YOUR DIARY
Setiap perkataan yang mencela
Tak lagi dia cerna dalam jiwa
Setiap kalimat yang menyakitkan
Tak kan pernah lagi dia dengarkan
Dia memang tak berpendidikan
Yang tak punya akal dan pikiran
Yang dia punya hanya sekedar angan
Yang mungkin tak dapat diwujudkan
Keputusasaan s’lalu melintas dibenaknya
Tak mampu menahan derita dalam hidupnya
Bersikap tenang dan coba tuk hadapi semua
Ini hanya tantangan dari yang Kuasa . . .
Jangan menyerah ( tak kan menyerah )
Maju melangkah ( terus melangkah )
Yakin kan berubah ( percaya kan berubah ) . . .
HARI TERINDAH UNTUK MATI
Air mata tak sanggup ubah keadaan
Jeritan hanya lunturkan kesedihan
Keterpurukan menjelma menjadi teman
Menghadapi lingkaran hitam yg memilukan
Kepedihan seolah menjadi sahabat sejati
Jerit tawa perlahan menjauh pergi
Harap dan angan telah terkubur mati
Hanya asa yang tertinggal kini dihati
Caci maki t’rus berganti dan tak terkendali
Kalimat pedih makin menjadi dan tak teratasi . . .
Lelah menelan ludah hidup ini
Hampa terasa ikuti kata hati
Langkah ini yg buat smuanya terhenti
Kata akhir mendekap sluruh diri . . .
Isi hati coba tuk tetap mencari
Misi ini yang akan mengakhiri
Yakinkan diri pastikan temui
Hari terindah untuk mati
BANGKIT BERDIRI
Ku bertanya pada bintang ketika dia padam
Arti hidup ini yang semakin kelam
Diikuti diiringi harapan yang tenggelam
Bersama musnahnya mimpi dikesunyian malam
Ku kan bangkit berdiri berlari
Mengejar mimpi yang sempat mati . . .
Ku bertanya pada bintang yang tak bersinar
Tentang semangatku yang semakin pudar
Melalui melewati hidupku yang kasar
Bersama perihnya jiwa yang t’lah terbakar
Kukan bangkit berdiri berlari
Mengejar mimpi bersama mentari
Yang menyinari langkahku ini . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar