Geniuschipmunk
Minggu, 01 Mei 2011
Senin, 18 April 2011
KONSPIRASI DAJJAL
Ummat Islam dewasa ini sedang menjalani babak keempat dari lima babak perjalanan sejarahnya di Akhir Zaman. Tiga babak sebelumnya telah dilalui:
(1) Babak An-Nubuwwah (Kenabian), lalu
(2) Babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang mengikuti Sistem / Metode Kenabian), kemudian
(3) Babak Mulkan ’Aadhdhon (Raja-raja yang menggigit).
"Kalian akan mengalami babak Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak Raja-raja yang menggigit,selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak para penguasa yang memaksakan kehendak selama masa yang Allah kehendaki, kemudian kalian akan mengalami babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian, kemudian Nabi diam." (HR Ahmad).
Sesudah berlalunya babak ketiga yang ditandai dengan tigabelas abad masa kepemimpinan Kerajaan Daulat Bani Umayyah, kemudian Kerajaan Daulat Bani Abbasiyyah dan terakhir Kesultanan Utsmani Turki, maka selanjutnya ummat Islam memasuki Babak Mulkan Jabbriyyan (Penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak seraya mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Babak keempat diawali semenjak runtuhnya Kesultanan Utsmani Turki yang sekaligus merupakan kekhalifahan Islam terakhir pada tahun 1924.
Sejak memasuki babak keempat dunia Islam mulai mengalami peralihan kepemimpinan. Asalnya masih dipimpin oleh sesama muslim, maka Allah alihkan kepada kepemimpinan fihak Barat (baca: kaum kuffar). Sehingga terasa sekali bagaimana tidak berdayanya para pemimpin muslim di negeri mereka sendiri. Bahkan negeri muslim di mana terdapat dua kota suci utama (Mekkah dan Madinah) raja dan para pangerannya takluk kepada kemauan fihak Barat. Dajjal dengan para pengikutnya memanfaatkan babak ini (empat).
Sabtu, 09 April 2011
Akhir Tapi Bukan yang Terakhir

Pertemuan adalah awal dari perpisahan dan perpisahan adalah akhir dari pertemuan, mungkin akhir tapi bukan yang terakhir. Kalimat yang tersusun rapi yang terbentuk secara spontanitas dalam benak saya ketika mengingat kembali kebersamaan yang terbentuk dalam nama IX-A.
Hari itu merupakan hari dimana saya dan teman-teman kembali mengingat hal-hal dari yang terlucu sampai yang teraneh dan salah satunya adalah kejadian yang saya alami seperti menjadi pemegang MURI dengan kategori sebagai Ketua Murid dengan massa periode tercepat, yaitu ±5 menit. Pada waktu itu saya ditunjuk menjadi KM oleh teman-teman dan dengan sedikit tegas saya menolak permintaan mereka karena saya menyadari bahwa saya bukan tipe seorang pemimpin atau mungkin belum bisa menjadi pemimpin yang dapat mengayomi teman-temannya meskipun dalam cakupan tidak luas hanya sebatas satu kelas, meski begitu bagi saya itu merupakan tanggung jawab besar bagi pemimpin. Lebih tragisnya lagi karena teman-teman tidak mendengar argumen dan tolakan saya, secara spontan air mata keluar dan mengalir membasahi kedua pipi saya dan seketika merubah keadaan.
Banyak sekali hal-hal lucu dan aneh yang terjadi dalam kurun waktu 3 tahun hingga tak bisa dihitung dengan jari seperti kejadian yang saya alami yang mungkin tak dapat dilupakan karena merupakan sejarah yang unik bagi saya. Semua kejadian lucu dan aneh kami tuangkan ke papan tulis putih sebagai media yang ada dan tersedia.
Kami berharap dapat bersahabat dengan alam ke luar kota tapi harapan kami pupus karena suatu alasan penting, yaitu tidak mendapat izin dari Kepala Sekolah mungkin karena pada hari itu merupakan hari-hari tenang untuk menghadapi Ujian Nasional, tapi karena tuntutan buklet akhirnya kami memutuskan pergi ke Dago Pakar, itu merupakan keputusan yang tepat untuk diambil karena selain selaras dengan tema kami, lokasinya pun dekat dengan sekolah.

Rencananya kami berkumpul didepan gerbang sekolah dan berangkat tepat pukul 08.00 WIB. Sesuai dugaan saya bahwa saya dan teman-teman pasti mengulur waktu, tidak sesuai rencana yang telah ditentukan dan setelah sampai lalu berkumpul saling melempar kesalahan. Begitulah sifat manusia dan saya menyadari kekurangan itu. Kami berangkat pukul 09.00 WIB menggunakan angkutan umum. Agar tak bosan menunggu, kami pun bercanda dengan candaan remaja yang cenderung saling menghina dan meyindir antar sesama, Tapi bagi kami semua itu hanya untuk menghilangkan kejenuhan, mendatangkan senyum dan tawa dan satu yang pasti untuk meramaikan suasana.
Kami tiba di Dago Pakar tepat pukul 10.00 WIB, dengan tidak banyak basa basi kami langsung masuk menuju ke area gua Belanda dan Jepang yang sekilas terlihat menyeramkan. Kami pun menguji mental kami dengan memasuki gua Belanda yang gelap meskipun hari menjelang siang, oleh karena itu kami memerlukan alat penerang berupa senter.
Setelah berkeliling menjelajahi gua peninggalan Belanda, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak melepas lelah dan dahaga. Tidak ketinggalan pula acara foto-foto sebagai kenangan terakhir dalam kebersamaan IX-A. Setelah berkeliling menjelajahi gua Belanda, makan jagung bakar dan foto-foto. Akhirnya waktu yang memisahkan kami dengan alam karena matahari telah kembali ke peraduannya, kami pulang dalam keadaan fisik yang lelah.
Akhir bukan yang terakhir karena dalam kurun waktu 3 tahun kami lalui bersama berbagi suka duka dan hadirkan canda tawa, mencoba untuk saling mengerti meski sering berbeda pandangan dalam memyikapi sesuatu hal dan karena itu semua kami saling menjaga tali persaudaraan dengan cara berkumpul bersama khususnya laki-laki.
Sofah Dwi A
Arti Bid'ah
1. Arti al-bid'ah menurut bahasa
Kata al-bid'ah menurut lughat (bahasa), pada asalnya berarti "sesuatu yang baru yang tidak didahului oleh contoh", atau "sesuatu yang diadakan dengan bentuk yang belum pernah ada contohnya".
Arti ini sebagaimana firman Allah yang tersebut dalam Al-qur'an, yang artinya berbunyi:
"Allah yang menciptakan langit dan bumi..." (Al-Baqarah: 117)
Maksudnya: Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan rupa dan bentuk yang tidak ada contoh yang mendahuluinya, dan dalam keadaan yang sebaik-baiknya dan seindah-indahnya.
"Katakanlah olehmu (Muhammad): Tidaklah aku ini, bid'ah daripada rasul-rasul..." (Al-Ahqaf: 9)
Maksudnya: Nabi Muhammad disuruh menyatakan kepada orang ramai: "Aku ini bukanlah seorang rasul (utusan Allah) yang pertama kali didatangkan, tetapi aku ini seperti rasul-rasul yang pernah didatangkan oleh Allah ke muka bumi ini."
Dengan perkataan lain, diutusnya Nabi Muhammad saw. itu bukan perkara (urusan) bid'ah (baru ada).
Kata bid'ah ini juga bisa dipakai atau dipergunakan untuk mengatakan yang dipandang baik serta indah, yang belum pernah ada contohnya, dengan perkataan:
"Ini suatu urusan (perkara) yang indah".
Dan seperti kala Umar bin Khatab r. a.:
"Sebagus-bagus bid'ah itu ialah ini". Yakni, shalat tarawih pada tiap-tiap malam dalam bulan Ramadhan dengan berjamaah, dikerjakan bersama-sama dengan seorang imam.
(Perkara Umar r. a. seperti yang tertera itu bukannya berarti bahwa shalat tarawih dengan berjamaah itu bid'ah menurut syariat, karena pada hakikatnya adalah bukan bid'ah, tetapi sunnah. Adapun beliau menyatakan demikian tadi, adalah sepanjang lughat belaka).
Dan nama "bid'ah" ini termasuk juga apa-apa yang digerakkan oleh hati sanubari, yang diucapkan oleh lisan dan yang diperbuat oleh anggota tubuh manusia. Dengan demikian ini, maka kata bid'ah itu dapat dipergunakan untuk barang sesuatu yang terpuji dan yang tercela, karena pada asalnya memang berarti untuk barang sesuatu yang ada dan terjadi dengan tidak ada contoh yang mendahuluinya, sesuatu yang baru, yang selamanya belum pernah ada.
2. Arti bid'ah menurut syarak
Adapun kata al-bid'ah menurut syari'at, sepanjang keterangan para ulama ahli bahasa, ahli usul fikih dan ahli hadits adalah sebagai berikut:
Kata al-Jauhari dalam kitab Shihahul-Lughah, demikian:
"Adapun bid'ah ialah barang baru dalam agama sesudah sempurna."
Imam Abu Syamah menulis dalam kitabnya al-Ba'ts, demikian:
"Dan telah biasa berlaku, lafal (kata) bid'ah itu barang baru yang dibenci di dalam agama."
Selanjutnya beliau menulis:
"Yaitu apa-apa yang belum pernah ada di masa Nabi saw. dari apa-apa yang beliau kerjakan atau yang beliau tetapkan atau yang diketahui dari undang-undang syariatnya."
Sebagian ulama ahli hadits mengartikan bid'ah, demikian:
"Yaitu urusan yang baru di dalam agama, baik berupa akidah (kepercayaan), baik berupa ibadah ataupun berupa sifat bagi ibadah yang belum pernah ada (terjadi) di masa Rasulullah saw."
Dari uraian-uraian yang tertera itu dapat diambil kesimpulan, bahwa yang dinamakan "bid'ah" menurut syariat ialah barang sesuatu yang baru dalam urusan agama (Islam), baik yang berupa akidah (kepercayan), baik berupa ibadah ataupun yang bercorak serupa ibadah yang belum pernah ada atau belum pernah terjadi di masa Nabi saw. dan di masa para sahabatnya. Tambahan atau pengurangan di dalam urusan agama, yang kedua-duanya terjadi sesudah masa sahabat Nabi saw. dengan perkataan, perbuatan, atau dengan cara yang terang dan tidak pula dengan urusan adat (tata cara yang bersifat keduniaan) sedikit pun, tetapi melulu yang mengenai sebagian urusan kepercayaan dan urusan yang bercorak peribadahan.
(Dikutip dari buku "Kembali kepada Al-Qur'an dan As-sunnah" karangan KH Moenawar Chalil).
Kata al-bid'ah menurut lughat (bahasa), pada asalnya berarti "sesuatu yang baru yang tidak didahului oleh contoh", atau "sesuatu yang diadakan dengan bentuk yang belum pernah ada contohnya".
Arti ini sebagaimana firman Allah yang tersebut dalam Al-qur'an, yang artinya berbunyi:
"Allah yang menciptakan langit dan bumi..." (Al-Baqarah: 117)
Maksudnya: Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan rupa dan bentuk yang tidak ada contoh yang mendahuluinya, dan dalam keadaan yang sebaik-baiknya dan seindah-indahnya.
"Katakanlah olehmu (Muhammad): Tidaklah aku ini, bid'ah daripada rasul-rasul..." (Al-Ahqaf: 9)
Maksudnya: Nabi Muhammad disuruh menyatakan kepada orang ramai: "Aku ini bukanlah seorang rasul (utusan Allah) yang pertama kali didatangkan, tetapi aku ini seperti rasul-rasul yang pernah didatangkan oleh Allah ke muka bumi ini."
Dengan perkataan lain, diutusnya Nabi Muhammad saw. itu bukan perkara (urusan) bid'ah (baru ada).
Kata bid'ah ini juga bisa dipakai atau dipergunakan untuk mengatakan yang dipandang baik serta indah, yang belum pernah ada contohnya, dengan perkataan:
"Ini suatu urusan (perkara) yang indah".
Dan seperti kala Umar bin Khatab r. a.:
"Sebagus-bagus bid'ah itu ialah ini". Yakni, shalat tarawih pada tiap-tiap malam dalam bulan Ramadhan dengan berjamaah, dikerjakan bersama-sama dengan seorang imam.
(Perkara Umar r. a. seperti yang tertera itu bukannya berarti bahwa shalat tarawih dengan berjamaah itu bid'ah menurut syariat, karena pada hakikatnya adalah bukan bid'ah, tetapi sunnah. Adapun beliau menyatakan demikian tadi, adalah sepanjang lughat belaka).
Dan nama "bid'ah" ini termasuk juga apa-apa yang digerakkan oleh hati sanubari, yang diucapkan oleh lisan dan yang diperbuat oleh anggota tubuh manusia. Dengan demikian ini, maka kata bid'ah itu dapat dipergunakan untuk barang sesuatu yang terpuji dan yang tercela, karena pada asalnya memang berarti untuk barang sesuatu yang ada dan terjadi dengan tidak ada contoh yang mendahuluinya, sesuatu yang baru, yang selamanya belum pernah ada.
2. Arti bid'ah menurut syarak
Adapun kata al-bid'ah menurut syari'at, sepanjang keterangan para ulama ahli bahasa, ahli usul fikih dan ahli hadits adalah sebagai berikut:
Kata al-Jauhari dalam kitab Shihahul-Lughah, demikian:
"Adapun bid'ah ialah barang baru dalam agama sesudah sempurna."
Imam Abu Syamah menulis dalam kitabnya al-Ba'ts, demikian:
"Dan telah biasa berlaku, lafal (kata) bid'ah itu barang baru yang dibenci di dalam agama."
Selanjutnya beliau menulis:
"Yaitu apa-apa yang belum pernah ada di masa Nabi saw. dari apa-apa yang beliau kerjakan atau yang beliau tetapkan atau yang diketahui dari undang-undang syariatnya."
Sebagian ulama ahli hadits mengartikan bid'ah, demikian:
"Yaitu urusan yang baru di dalam agama, baik berupa akidah (kepercayaan), baik berupa ibadah ataupun berupa sifat bagi ibadah yang belum pernah ada (terjadi) di masa Rasulullah saw."
Dari uraian-uraian yang tertera itu dapat diambil kesimpulan, bahwa yang dinamakan "bid'ah" menurut syariat ialah barang sesuatu yang baru dalam urusan agama (Islam), baik yang berupa akidah (kepercayan), baik berupa ibadah ataupun yang bercorak serupa ibadah yang belum pernah ada atau belum pernah terjadi di masa Nabi saw. dan di masa para sahabatnya. Tambahan atau pengurangan di dalam urusan agama, yang kedua-duanya terjadi sesudah masa sahabat Nabi saw. dengan perkataan, perbuatan, atau dengan cara yang terang dan tidak pula dengan urusan adat (tata cara yang bersifat keduniaan) sedikit pun, tetapi melulu yang mengenai sebagian urusan kepercayaan dan urusan yang bercorak peribadahan.
(Dikutip dari buku "Kembali kepada Al-Qur'an dan As-sunnah" karangan KH Moenawar Chalil).
Rabu, 06 April 2011
Aliran Sastra
Pada dasarnya aliran satra dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
a. Aliran impresionisme
Aliran yang berdasarkan pada impresi atau kesan sepintas suatu objek yang pernah diamati oleh pengarang. Aliran impresionisme dibagi menjadi:
1. Aliran realisme
Aliran yang melukiskan sesuatu berdasarkan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan tanpa dipengaruhi oleh pendapat seorang pengarang
2. Aliran naturalisme
Aliran yang melukiskan keadaan masyarakat yang jelek dan bobrok
3. Aliran neonaturalisme
Aliran yang melukiskan kehidupan secara objektif, baik dari segi positif maupun segi negatif
b. Aliran ekspresionisme
Aliran ini menonjol ke “aku” an pengarang. Karya pengarang tersebut merupakan pencetus atau pengahayatan jiwa pengarang secara sepontan. Aliran ini dapat dibagi menjadi:
1. Aliran romantik
Aliran yang mengutamakan aspek-aspek perasaan
2. Aliran idelisme
Aliran yang mengutamakan ide-ide atau cita-cita pengarang
3. Aliran psikologisme
Aliran yang mengutamakan gerak-gerik kejiwaan manusia dalam menghadapi kehidupan sehari-hari
4. Aliran mistisisme
Aliran yang melukiskan pengalaman pengarang yang bersifat ketuhanan
5. Aliran surealisme
Aliran yeng melukiskan kenyataan hidup yang berlebihan
6. Aliran simbolisme
Aliran yang menyatakan hidup secara tidak terus terang dan menggunakan simbol-simbol
a. Aliran impresionisme
Aliran yang berdasarkan pada impresi atau kesan sepintas suatu objek yang pernah diamati oleh pengarang. Aliran impresionisme dibagi menjadi:
1. Aliran realisme
Aliran yang melukiskan sesuatu berdasarkan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan tanpa dipengaruhi oleh pendapat seorang pengarang
2. Aliran naturalisme
Aliran yang melukiskan keadaan masyarakat yang jelek dan bobrok
3. Aliran neonaturalisme
Aliran yang melukiskan kehidupan secara objektif, baik dari segi positif maupun segi negatif
b. Aliran ekspresionisme
Aliran ini menonjol ke “aku” an pengarang. Karya pengarang tersebut merupakan pencetus atau pengahayatan jiwa pengarang secara sepontan. Aliran ini dapat dibagi menjadi:
1. Aliran romantik
Aliran yang mengutamakan aspek-aspek perasaan
2. Aliran idelisme
Aliran yang mengutamakan ide-ide atau cita-cita pengarang
3. Aliran psikologisme
Aliran yang mengutamakan gerak-gerik kejiwaan manusia dalam menghadapi kehidupan sehari-hari
4. Aliran mistisisme
Aliran yang melukiskan pengalaman pengarang yang bersifat ketuhanan
5. Aliran surealisme
Aliran yeng melukiskan kenyataan hidup yang berlebihan
6. Aliran simbolisme
Aliran yang menyatakan hidup secara tidak terus terang dan menggunakan simbol-simbol
Selasa, 05 April 2011
MASKOT PIALA DUNIA

Piala Dunia selalu identik dengan Maskot Piala Dunia. Maskot menunjukkan suatu ciri khas daripada Piala Dunia yang diadakan di suatu negara. Berbagai aksesoris saat Piala Dunia berlangsung, selalu dibumbui dengan gambar daripada Maskot Piala Dunia.
Sejak Piala Dunia pertama pada tahun 1966, Maskot Piala Dunia sudah digunakan hingga Piala Dunia tahun 2010 di Afrika Selatan. Bagaimana bentuk Maskot Piala Dunia 2 dan Piala Dunia sebelum-sebelumnya? Berikut berbagai Maskot Piala Dunia:
1. World Cup Willie, Inggris 1966
Maskot pertama yang digunakan pada Piala Dunia 1966 di Inggris ini bernama Willie. Willie juga menjadi subyek dari lagu Piala Dunia saat itu dan penjualan merchandise yang tidak terhitung jumlahnya. Willie menggambarkan seekor singa, simbol negara Inggris, memakai kostum yang bergambar bendera Union Jack dengan tulisan “WORLD CUP” di tengahnya. Willie pun berhasil mendampingi Inggris menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya.
2. Juanito, Meksiko 1970
Meksiko memakai karakter seorang anak laki-laki memakai kostum Meksiko dan sombrero (topi khas penduduk Meksiko) bertuliskan World Cup 70 sebagai maskot mereka di Piala Dunia 1970. Maskot ini mempunyai nama kecil Juan, nama yang umum dipakai dalam bahasa Spanyol.
3. Tip and Tap, Jerman Barat 1974
Jerman Barat diwakilkan oleh dua bocah laki-laki sebagai maskot pada momen Piala Dunia 1974. Memakai kostum Jerman Barat dengan tulisan WM dan 74, berasal dari kata Weltmeisterschaft 74 yang memiliki arti Piala Dunia 1974. Jerman saat itu keluar sebagai juara dengan mengalahkan Belanda di final.
4. Gauchito, Argentina 1978
Entah karena populer atau para pembuatnya kehabisan ide, maskot Piala Dunia kembali menggunakan model anak laki-laki sebagai maskot pada Piala Dunia 1978 yang diselenggarakan di Argentina. Tidak jauh berbeda dengan Maskot Meskiko, Juanito di tahun 1970, Gauchito juga memakai kostum Timnas tuan rumah, yaitu biru putih khas Argentina dengan topi bertuliskan Argentina ‘78. Aksesoris syal dan cambuk yang menjadi khas gauchos sangat mewakili wilayah Amerika Selatan.
5. Naranjito, Spanyol 1982
Berbeda dari Maskot Piala Dunia sebelumnya, Spanyol menggunakan buah jeruk sebagai ikon maskot mereka di Piala Dunia 1982. Alasanannya, buah jeruk sudah menjadi ciri khas negara ini. Maskot ini diberi nama Naranjito yang berasal dari kata naranja yang dalam bahasa Spanyol yang berarti jeruk.
6. Pique, Meksiko 1986
Jika pada tahun 1970 Meksiko memakai Juanito, maka pada 1986 cabai jalapeno menjadi pilihan Meksiko. Jalapeno merupakan bahan wajib untuk kebanyakan masakan Meksiko dengan memakai kumis. Maskot Meksiko kali ini juga mengenakan sombrero. Nama Pique berasal dari picante, sebutan dalam bahasa Spanyol untuk paprika dan saus pedas.
7. Ciao, Italia 1990
Italia memilih Maskot yang terdiri dari batang-batang yang tersusun menyerupai pemain bola dengan kepala berupa bola. Batang tersebut dihiasi 3 warna yang mewakili warna bendera negara Italia, yaitu merah, putih dan hijau. Kata Ciao adalah salam yang biasa diucapkan warga Italia.
8. Striker, United States 1994
United States memilih Maskot berupa seekor anjing, yang merupakan binatang peliharaan yang populer di Amerika Serikat. Dengan memakai seragam berwarna merah, putih dan biru bertuliskan USA 94, Amerika memberi nama maskot mereka Striker.
9. Footix, Prancis 1998
Seekor ayam jantan, salah satu simbol nasional Prancis, dengan kata-kata France 98 di dadanya menjadi maskot yang mewakili Piala Dunia 1998 di Prancis. Tubuhnya sebagian besar berwarna biru seperti kostum Timnas Prancis yang juga berwarna biru. Namanya berasal dari penggabungan kata “football” dan akhiran “-ix” yang diambil dari kata Asterix, komik strip yang terkenal terbitan Prancis. Sebelumnya nama “Raffy”, ‘Houpi” dan “Gallik” sempat diusulkan, namun nama Footix lebih disukai karena memberi keberuntungan, terbukti Prancis keluar menjadi juara Piala DUnia setelah secara mengejutkan berhasil membantai Brazil di final.
10. Ato, Kaz and Nik (The Spheriks), Korea – Japan 2002
Seolah menunjukkan negara yang identik dengan teknologi, Maskot yang dihasilkan dari rekayasa komputeryang berwarna orange, ungu dan biru ini sungguh futuristik. Mereka adalah anggota tim dari “Atmoball” (olahraga sepak bola fiksi), Ato adalah pelatih sementara KAZ dan Nik adalah pemain. Tiga nama dari masing-masing karakter dipilih dari polling pengguna Internet dan di outlet McDonald di negara-negara tuan rumah.
11. Goleo VI dan Pille, Jerman 2006
Singa kembali menjadi Maskot Piala Dunia pilihan kali ini. Di tahun 2006, Jerman menggunakan Maskot singa yang mengenakan kostum Jerman dengan nomor 06 dan diberi nama Pille. Goleo adalah gabungan dari kata “goal” dan “leo”, kata Latin untuk singa. Di Jerman, “Pille” adalah istilah bahasa sehari-hari untuk sepak bola.
12. Zakumi, Afrika Selatan 2010
Zakumi adalah nama dari maskot leopard yang digunakan Afrika Selatan pada Piala Dunia 2010. Arti dari nama Zakumi amat dalam yaitu persatuan Afrika Selatan. Kata “Za” merujuk kepada Afrika Selatan. Sedangkan “kumi” memiliki arti sepuluh, merujuk kepada 10 bahasa yang digunakan di negara tersebut.
Suara Hati yang Tidak Dapat Diucapkan
YOUR DIARY
Setiap perkataan yang mencela
Tak lagi dia cerna dalam jiwa
Setiap kalimat yang menyakitkan
Tak kan pernah lagi dia dengarkan
Dia memang tak berpendidikan
Yang tak punya akal dan pikiran
Yang dia punya hanya sekedar angan
Yang mungkin tak dapat diwujudkan
Keputusasaan s’lalu melintas dibenaknya
Tak mampu menahan derita dalam hidupnya
Bersikap tenang dan coba tuk hadapi semua
Ini hanya tantangan dari yang Kuasa . . .
Jangan menyerah ( tak kan menyerah )
Maju melangkah ( terus melangkah )
Yakin kan berubah ( percaya kan berubah ) . . .
HARI TERINDAH UNTUK MATI
Air mata tak sanggup ubah keadaan
Jeritan hanya lunturkan kesedihan
Keterpurukan menjelma menjadi teman
Menghadapi lingkaran hitam yg memilukan
Kepedihan seolah menjadi sahabat sejati
Jerit tawa perlahan menjauh pergi
Harap dan angan telah terkubur mati
Hanya asa yang tertinggal kini dihati
Caci maki t’rus berganti dan tak terkendali
Kalimat pedih makin menjadi dan tak teratasi . . .
Lelah menelan ludah hidup ini
Hampa terasa ikuti kata hati
Langkah ini yg buat smuanya terhenti
Kata akhir mendekap sluruh diri . . .
Isi hati coba tuk tetap mencari
Misi ini yang akan mengakhiri
Yakinkan diri pastikan temui
Hari terindah untuk mati
BANGKIT BERDIRI
Ku bertanya pada bintang ketika dia padam
Arti hidup ini yang semakin kelam
Diikuti diiringi harapan yang tenggelam
Bersama musnahnya mimpi dikesunyian malam
Ku kan bangkit berdiri berlari
Mengejar mimpi yang sempat mati . . .
Ku bertanya pada bintang yang tak bersinar
Tentang semangatku yang semakin pudar
Melalui melewati hidupku yang kasar
Bersama perihnya jiwa yang t’lah terbakar
Kukan bangkit berdiri berlari
Mengejar mimpi bersama mentari
Yang menyinari langkahku ini . . .
Setiap perkataan yang mencela
Tak lagi dia cerna dalam jiwa
Setiap kalimat yang menyakitkan
Tak kan pernah lagi dia dengarkan
Dia memang tak berpendidikan
Yang tak punya akal dan pikiran
Yang dia punya hanya sekedar angan
Yang mungkin tak dapat diwujudkan
Keputusasaan s’lalu melintas dibenaknya
Tak mampu menahan derita dalam hidupnya
Bersikap tenang dan coba tuk hadapi semua
Ini hanya tantangan dari yang Kuasa . . .
Jangan menyerah ( tak kan menyerah )
Maju melangkah ( terus melangkah )
Yakin kan berubah ( percaya kan berubah ) . . .
HARI TERINDAH UNTUK MATI
Air mata tak sanggup ubah keadaan
Jeritan hanya lunturkan kesedihan
Keterpurukan menjelma menjadi teman
Menghadapi lingkaran hitam yg memilukan
Kepedihan seolah menjadi sahabat sejati
Jerit tawa perlahan menjauh pergi
Harap dan angan telah terkubur mati
Hanya asa yang tertinggal kini dihati
Caci maki t’rus berganti dan tak terkendali
Kalimat pedih makin menjadi dan tak teratasi . . .
Lelah menelan ludah hidup ini
Hampa terasa ikuti kata hati
Langkah ini yg buat smuanya terhenti
Kata akhir mendekap sluruh diri . . .
Isi hati coba tuk tetap mencari
Misi ini yang akan mengakhiri
Yakinkan diri pastikan temui
Hari terindah untuk mati
BANGKIT BERDIRI
Ku bertanya pada bintang ketika dia padam
Arti hidup ini yang semakin kelam
Diikuti diiringi harapan yang tenggelam
Bersama musnahnya mimpi dikesunyian malam
Ku kan bangkit berdiri berlari
Mengejar mimpi yang sempat mati . . .
Ku bertanya pada bintang yang tak bersinar
Tentang semangatku yang semakin pudar
Melalui melewati hidupku yang kasar
Bersama perihnya jiwa yang t’lah terbakar
Kukan bangkit berdiri berlari
Mengejar mimpi bersama mentari
Yang menyinari langkahku ini . . .
Langganan:
Postingan (Atom)