Sabtu, 09 April 2011

Akhir Tapi Bukan yang Terakhir


Pertemuan adalah awal dari perpisahan dan perpisahan adalah akhir dari pertemuan, mungkin akhir tapi bukan yang terakhir. Kalimat yang tersusun rapi yang terbentuk secara spontanitas dalam benak saya ketika mengingat kembali kebersamaan yang terbentuk dalam nama IX-A.
Hari itu merupakan hari dimana saya dan teman-teman kembali mengingat hal-hal dari yang terlucu sampai yang teraneh dan salah satunya adalah kejadian yang saya alami seperti menjadi pemegang MURI dengan kategori sebagai Ketua Murid dengan massa periode tercepat, yaitu ±5 menit. Pada waktu itu saya ditunjuk menjadi KM oleh teman-teman dan dengan sedikit tegas saya menolak permintaan mereka karena saya menyadari bahwa saya bukan tipe seorang pemimpin atau mungkin belum bisa menjadi pemimpin yang dapat mengayomi teman-temannya meskipun dalam cakupan tidak luas hanya sebatas satu kelas, meski begitu bagi saya itu merupakan tanggung jawab besar bagi pemimpin. Lebih tragisnya lagi karena teman-teman tidak mendengar argumen dan tolakan saya, secara spontan air mata keluar dan mengalir membasahi kedua pipi saya dan seketika merubah keadaan.
Banyak sekali hal-hal lucu dan aneh yang terjadi dalam kurun waktu 3 tahun hingga tak bisa dihitung dengan jari seperti kejadian yang saya alami yang mungkin tak dapat dilupakan karena merupakan sejarah yang unik bagi saya. Semua kejadian lucu dan aneh kami tuangkan ke papan tulis putih sebagai media yang ada dan tersedia.
Kami berharap dapat bersahabat dengan alam ke luar kota tapi harapan kami pupus karena suatu alasan penting, yaitu tidak mendapat izin dari Kepala Sekolah mungkin karena pada hari itu merupakan hari-hari tenang untuk menghadapi Ujian Nasional, tapi karena tuntutan buklet akhirnya kami memutuskan pergi ke Dago Pakar, itu merupakan keputusan yang tepat untuk diambil karena selain selaras dengan tema kami, lokasinya pun dekat dengan sekolah.

Rencananya kami berkumpul didepan gerbang sekolah dan berangkat tepat pukul 08.00 WIB. Sesuai dugaan saya bahwa saya dan teman-teman pasti mengulur waktu, tidak sesuai rencana yang telah ditentukan dan setelah sampai lalu berkumpul saling melempar kesalahan. Begitulah sifat manusia dan saya menyadari kekurangan itu. Kami berangkat pukul 09.00 WIB menggunakan angkutan umum. Agar tak bosan menunggu, kami pun bercanda dengan candaan remaja yang cenderung saling menghina dan meyindir antar sesama, Tapi bagi kami semua itu hanya untuk menghilangkan kejenuhan, mendatangkan senyum dan tawa dan satu yang pasti untuk meramaikan suasana.
Kami tiba di Dago Pakar tepat pukul 10.00 WIB, dengan tidak banyak basa basi kami langsung masuk menuju ke area gua Belanda dan Jepang yang sekilas terlihat menyeramkan. Kami pun menguji mental kami dengan memasuki gua Belanda yang gelap meskipun hari menjelang siang, oleh karena itu kami memerlukan alat penerang berupa senter.
Setelah berkeliling menjelajahi gua peninggalan Belanda, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak melepas lelah dan dahaga. Tidak ketinggalan pula acara foto-foto sebagai kenangan terakhir dalam kebersamaan IX-A. Setelah berkeliling menjelajahi gua Belanda, makan jagung bakar dan foto-foto. Akhirnya waktu yang memisahkan kami dengan alam karena matahari telah kembali ke peraduannya, kami pulang dalam keadaan fisik yang lelah.
Akhir bukan yang terakhir karena dalam kurun waktu 3 tahun kami lalui bersama berbagi suka duka dan hadirkan canda tawa, mencoba untuk saling mengerti meski sering berbeda pandangan dalam memyikapi sesuatu hal dan karena itu semua kami saling menjaga tali persaudaraan dengan cara berkumpul bersama khususnya laki-laki.



Sofah Dwi A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar